Jumat, 21 November 2014
Minggu, 16 November 2014
Kamis, 13 November 2014
Manfaat Blog Bagi Pelajar
Kalian Tau Blog adalah sesuatu yang sudah tidak asing lagi Di Telinga Kita Terutama untuk kalangan pelajar maupun umum.
Kali ini saya akan mengupas Sedikit tentang manfaat blog untuk kalangan pelajar Siswa
Blog yang saat ini umum di gunakan seperti Mywapblog, blogger, wordpress dan lain-lain.
Untuk Yang Lebih Mudah Gunakan Blog Dari mywapblog.com Karena Lebih Mudah Dan di khususkan bagi pengguna Hp/handphone, Cocok Untuk Pelajar Seperti Kita
Bagi yang memiliki uang lebih mereka bisa membuat website sendiri dan membayar hosting, akan tetapi para pelajar rata-rata tidak mau mengeluarkan uang demi kelancarannya di internet.
Mempunyai berbagai kelebihan dan penggunaan yang mudah adalah ciri khas dari blog. Siswa/i saat ini yang memiliki keinginan dan minat dalam menulis bisa menumpahkan di blog.
Berbagai macam kreatifitas bisa di tuangkan di blog seperti menulis pantun, puisi, Karya Ilmiah, resensi novel, komik berserial, dan berbagai macam hal dapat di tulis dan di publikasikan agar orang lain dapat membaca juga hasil karya dari diri kita sendiri.
salah satu manfaat blog bagi pelajar adalah blog tersebut bisa kita jadikan sebagai ruang bertukar pikiran atau Sebagai Ruang diskusi. jadi, kita gak hanya terpaku pada sebuah ruangan untuk saling bertemu.
sebagai gantinya, blog itulah yang jadi medianya. selain itu, kita juga bisa mengapresiasikan pemikiran dan ide kita. yang nanti kita tuangkan ke dalam blog tersebut dan langsung bisa kita publish.
Semoga bisa jadi inspirasi untuk siswa-siswi agar lebih sering menggunakan Blog Maupun Website
Kalian Tau Blog adalah sesuatu yang sudah tidak asing lagi Di Telinga Kita Terutama untuk kalangan pelajar maupun umum.
Kali ini saya akan mengupas Sedikit tentang manfaat blog untuk kalangan pelajar Siswa
Blog yang saat ini umum di gunakan seperti Mywapblog, blogger, wordpress dan lain-lain.
Untuk Yang Lebih Mudah Gunakan Blog Dari mywapblog.com Karena Lebih Mudah Dan di khususkan bagi pengguna Hp/handphone, Cocok Untuk Pelajar Seperti Kita
Bagi yang memiliki uang lebih mereka bisa membuat website sendiri dan membayar hosting, akan tetapi para pelajar rata-rata tidak mau mengeluarkan uang demi kelancarannya di internet.
Mempunyai berbagai kelebihan dan penggunaan yang mudah adalah ciri khas dari blog. Siswa/i saat ini yang memiliki keinginan dan minat dalam menulis bisa menumpahkan di blog.
Berbagai macam kreatifitas bisa di tuangkan di blog seperti menulis pantun, puisi, Karya Ilmiah, resensi novel, komik berserial, dan berbagai macam hal dapat di tulis dan di publikasikan agar orang lain dapat membaca juga hasil karya dari diri kita sendiri.
salah satu manfaat blog bagi pelajar adalah blog tersebut bisa kita jadikan sebagai ruang bertukar pikiran atau Sebagai Ruang diskusi. jadi, kita gak hanya terpaku pada sebuah ruangan untuk saling bertemu.
sebagai gantinya, blog itulah yang jadi medianya. selain itu, kita juga bisa mengapresiasikan pemikiran dan ide kita. yang nanti kita tuangkan ke dalam blog tersebut dan langsung bisa kita publish.
Semoga bisa jadi inspirasi untuk siswa-siswi agar lebih sering menggunakan Blog Maupun Website
11 Amalan Bid’ah di Bulan
Muharram

Berikut adalah beberapa amalan bid’ah (tidak ada tuntunan) yang ada di
bulan Muharram yang masih laris manis di tengah-tengah kaum muslimin di tanah
air.
Pertama: Keyakinan bahwa bulan Muharram
bulan keramat
Keyakinan semacam ini masih bercokol pada sebagian masyarakat. Atas dasar
keyakinan ala jahiliyyah inilah banyak di kalangan masyarakat yang enggan
menikahkan putrinya pada bulan ini karena alasan akan membawa sial dan
kegagalan dalam berumah tangga[1]!!.
Ketahuilah saudaraku, hal ini adalah keyakinan jahiliyyah yang telah dibatalkan
oleh Islam. Kesialan tidak ada sangkut pautnya dengan bulan, baik Muharram,
Shafar atau bulan-bulan lainnya.
Kedua: Doa awal dan akhir tahun[2]
Syaikh Bakr Bin Abdillah Abu Zaid berkata: “Tidak ada dalam syariat ini
sedikitpun doa’ atau dzikir untuk awal tahun. Manusia zaman sekarang banyak
membuat bid’ah berupa do’a, dzikir atau tukar menukar ucapan selamat, demikian
pula puasa awal tahun baru, menghidupkan malam pertama bulan Muharram dengan
shalat, dzikir atau do’a, puasa akhir tahun dan sebagainya yang semua ini tidak
ada dalilnya sama sekali!!”.[3]
Ketiga: Peringatan tahun baru hijriyyah
Tidak ragu lagi perkara ini termasuk bid’ah. Tidak ada keterangan dalam
as-Sunnah anjuran mengadakan peringatan tahun baru hijriyyah. Perkara ini
termasuk bid’ah yang jelek.[4]
Keempat: Puasa awal tahun baru hijriyyah[5]
Perkara ini termasuk bid’ah yang mungkar. Demikian pula puasa akhir tahun,
termasuk bid’ah. Hanya dibuat-buat yang tidak berpijak pada dalil sama sekali!.
Barangkali mereka berdalil dengan sebuah hadits yang berbunyi;
مَنْ صَامَ آخِرَ يَوْمٍ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ, وَأَوَّلِ يَوْمٍ مِنَ
الْمُحَرَّمِ, فَقَدْ خَتَمَ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ بِصَوْمٍ وَافْتَتَحَ
السَّنَةَ الْمُسْتَقْبَلَةَ بِصَوْمٍ, جَعَلَ اللهُ لَهُ كَفَّارَةً خَمْسِيْنَ
سَنَةً
Barangsiapa yang puasa pada akhir hari Dzulhijjah dan puasa awal tahun pada
bulan Muharram, maka dia telah menutup akhir tahun dengan puasa dan membuka
awal tahunnya dengan puasa. Semoga Allah manghapuskan dosanya selama lima puluh
tahun!!”. Hadits ini adalah hadits yang palsu menurut timbangan para ahli hadits.[6]
Kelima: Menghidupkan malam pertama bulan
Muharram[7]
Syaikh Abu Syamah berkata: “Tidak ada keutamaan sama sekali pada malam
pertama bulan Muharram. Aku sudah meneliti atsar-atsar yang shahih maupun yang
lemah dalam masalah ini. Bahkan dalam hadits-hadits yang palsu juga tidak
disebutkan!!, aku khawatir -aku berlindung kepada Allah- bahwa perkara ini
hanya muncul dari seorang pendusta yang membuat-buat hadits!!.[8]
Keenam: Menghidupkan malam hari ‘Asyuro
Sangat banyak sekali kemungkaran dan bid’ah-bid’ah yang dibuat pada hari
‘Asyuro[9].
Kita mulai dari malam harinya. Banyak manusia yang menghidupkan malam hari
‘Asyuro, baik dengan shalat, do’a dan dzikir atau sekedar berkumpul-kumpul.
Perkara ini jelas tidak ada tuntunan yang menganjurkannya.
Syaikh Bakr Abu Zaid berkata: “Termasuk bentuk bid’ah dzikir dan doa adalah
menghidupkan malam hari ‘Asyuro dengan dzikir dan ibadah. Mengkhususkan do’a
pada malam hari ini dengan nama do’a hari Asyuro, yang konon katanya
barangsiapa yang membaca doa ini tidak akan mati tahun tersebut. Atau membaca
surat al-Qur’an yang disebutkan nama Musa pada shalat subuh hari ‘Asyuro[10].
Semua ini adalah perkara yang tidak dikehendaki oleh Allah, Rasul-Nya dan kaum
mukminin!!”.[11]
Ketujuh: Shalat ‘Asyuro
Shalat ‘Asyuro adalah shalat yang dikerjakan antara waktu zhuhur dan ashar,
empat rakaat, setiap rakaat membaca al-Fatihah sekali, kemudian membaca ayat
kursi sepuluh kali, Qul HuwAllahu Ahad sepuluh kali, al-Falaq
dan an-Nas lima kali. Apabila selesai salam, istighfar tujuh puluh kali.
Orang-orang yang menganjurkan shalat ini dasarnya hanyalah sebuah hadits
palsu!![12]
As-Syuqoiry berkata: “Hadits shalat ‘Asyuro adalah hadits palsu. Para
perowinya majhul, sebagaimana disebutkan oleh as-Suyuti dalam al-Aala’I
al-Mashnu’ah. Tidak boleh meriwayatkan hadits ini, lebih-lebih sampai
mengamalkannya!!”.[13]
Kedelapan: Do’a hari ‘Asyuro
Diantara contoh do’a ‘Asyuro adalah; “Barangsiapa yang mengucapkan HasbiyAllah
wa Ni’mal Wakil an-Nashir sebanyak tujuh puluh kali pada hari
‘Asyuro maka Allah akan menjaganya dari kejelekan pada hari itu”.
Doa ini tidak ada asalnya dari Nabi, para sahabat maupun para tabi’in.
Tidak disebutkan dalam hadits-hadits yang lemah apalagi hadits yang shahih.
Do’a ini hanya berasal dari ucapan sebagian manusia!!. Bahkan sebagian syaikh
sufi ada yang berlebihan bahwa barangsiapa yang membaca doa ini pada hari
‘Asyuro dia tidak akan mati pada tahun tersebut!!.[14] Ucapan
ini jelas batil dan mungkar, karena Allah telah berfirman:
إِنَّ أَجَلَ اللَّهِ إِذَا جَاءَ لَا يُؤَخَّرُ لَوْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan,
kalau kamu Mengetahui. (QS.Nuh: 4)
Kesembilan: Memperingati hari kematian
Husein[15]
Pada bulan Muharram, kelompok Syi’ah setiap tahunnya mengadakan upacara
kesedihan dan ratapan dengan berdemontrasi ke jalan-jalan dan lapangan, memakai
pakaian serba hitam untuk mengenang gugurnya Husain. Mereka juga memukuli pipi
mereka sendiri, dada dan punggung mereka, menyobek saku, menangis berteriak
histeris dengan menyebut: Ya Husain. Ya Husain!!!”
Lebih-lebih pada tanggal 10 Muharram, mereka lakukan lebih dari itu, mereka
memukuli diri sendiri dengan cemeti dan pedang sehingga berlumuran darah!!! Anehnya,
mereka menganggap semua itu merupakan amalan ibadah dan syi’ar Islam!! Hanya
kepada Allah kita mengadu semua ini[16].
Alangkah bagusnya ucapan al-Hafizh Ibnu Rojab: “Adapun menjadikan hari
asyuro sebagai hari kesedihan/ratapan sebagaimana dilakukan oleh kaum Rofidhah
karena terbunuhnya Husain bin Ali, maka hal itu termasuk perbuatan orang yang
tersesat usahanya dalama kehidupan dunia sedangkan dia mengira berbuat baik.
Allah dan rasulNya saja tidak pernah memerintahkan agar hari mushibah dan
kematian para Nabi dijadikan ratapan, lantas bagaimana dengan orang yang selain
mereka?!”.[17]
Husein bin Ali bin Abi Thalib adalah cucu Rasulullah dari perkawinan Ali
bin Abi Thalib dengan putrinya Fatimah binti Rasulullah. Husein sangat dicintai
oleh Rasulullah. Beliau bersabda:
حُسَيْنٌ مِنِّي وَأَنَا مِنْ حُسَيْنٍ أَحَبَّ اللَّهُ مَنْ أَحَبَّ
حُسَيْنًا حُسَيْنٌ سِبْطٌ مِنَ اْلأَسْبَاطِ
Husein adalah bagianku juga dan Aku adalah bagian Husein. Semoga Allah
mencintai orang yang mencintai Husein. Husein termasuk cucu keturunanku.[18]
Husein terbunuh pada peristiwa yang sangat tragis, yaitu pada tanggal 10
Muharram tahun 61 H, di sebuah tempat bernama Karbala, karenanya peristiwa ini
kemudian lebih dikenal dengan peristiwa Karbala.[19]
Namun, apapun musibah yang terjadi dan betapapun kita sangat mencintai
keluarga Rasulullah bukan alasan untuk bertindak melanggar aturan syariat
dengan memperingati hari kematian Husein!!. Sebab, peristiwa terbunuhnya orang
yang dicintai Rasulullah sebelum Husein juga pernah terjadi seperti terbunuhnya
Hamzah bin Abdil Muthollib, dan hal itu tidak menjadikan Rasulullah dan para
sahabatnya mengenang atau memperingati hari peristiwa tersebut, sebagaimana
yang dilakukan orang-orang Syi’ah untuk mengenang terbunuhnya Husein!!.[20]
Kesepuluh: Peringatan hari suka cita
Yang dimaksud hari suka cita adalah hari menampakkan kegembiraan,
menghidangkan makanan lebih dari biasanya dan memakai pakaian bagus. Mereka
yang membuat acara ini, ingin menyaingi dan mengganti hari kesedihan atas
peristiwa terbunuhnya Husein dengan kegembiraan, kontra dengan apa yang
dilakukan orang-orang Syiah. Tentunya, acara semacam ini tidak dibenarkan,
karena bid’ah tidak boleh dilawan dengan bid’ah yang baru!! Dan tidak ada satu
dalilpun yang membolehkan acara semacam ini.[21]
Kesebelas: Berbagai ritual dan adat
istiadat di tanah Air
Di tanah air, bila tiba hari ‘Asyuro kita akan melihat berbagai adat dan
ritual yang beraneka ragam dalam rangka menyambut hari istimewa ini. Apabila
kita lihat secara kacamata syar’I, adat dan ritual ini tidak lepas dari
kesyirikan! Seperti meminta berkah dari benda-benda yang dianggap sakti dan
keramat, bahkan yang lebih mengenaskan sampai kotoran sapi-pun tidak luput
untuk dijadikan alat pencari berkah!!. [22]
Wallahu waliyyut taufiq.
—
[2] Ishlahul Masajid, al-Qoshimi
hal.129, as-Sunan wal Mubtada’at, Muhammad Ahmad Abdus Salam
hal.155
[4] Bida’ wa Akhtho’ hal.218. Lihat
secara luas masalah ini dalam risalah Al- Ihtifal bi Ra’si Sanah wa
Musyabahati Ashabil Jahim oleh Abdullah bin Abdul Hamid al-Atsari.
[6] al-A’lai al-Mashnu’ah, as-Suyuti
2/108, Tanziihus Syari’ah, Ibnu Arroq 2/148, al-Fawaid
al-Majmu’ah, as-Syaukani no.280. Kritik Hadits-Hadits Dho’if
Populer, Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi hal.114
[9] Iqthido as-Sirath al-Mustaqim 2/129-134, Majmu’
Fatawa 25/307-314 keduanya oleh Ibnu Taimiyyah, al-Ibda’ Fi
Madhoril Ibtida’ Ali Mahfuzh hal.56, 269, as-Sunan wal
Mubtada’at hal.154-158, 191.
[14] Du’a Khotmil Qur’an, Ahmad Muhammad al-Barrok,
buku ini sarat dengan khurafat dan kedustaan!!. (Bida’ wa Akhtho hal.230).
[16] Lihat Min Aqoid Syi’ah/Membongkar
Kesesatan Aqidah Syi’ah hlm. 57-58, Syaikh Abdullah bin Muhammad
[18] HR.Tirmidzi: 3775, Ibnu Majah: 144. Ibnu Hibban:
2240, Hakim 3/177, Ahmad: 4/172, dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Shahihah:
1227.
[21] Majmu’ Fatawa 25/309-310, Iqtidho
as-Siroth al-Mustaqiem 2/133, Tamamul Minnah, al-Albani
hal.412
[22] Diantara adat ritual yang sering dilakukan di
daratan Jawa adalah yang dikenal dengan istilah Kirab 1 Syuro. Acara ini sarat
dengan kesyirikan, mulai dari keyakinan mereka terhadap benda pusaka keraton,
keyakinan kerbau yang punya kekuatan ghaib, tirakatan dengan doa dan dzikir
pada malam harinya dan kemungkaran-kemungkaran lainnya yang sangat jelas!!.
WAllahul Musta’an.
—
Penulis: Ustadz Syahrul Fatwa bin Luqman (Penulis Majalah Al Furqon Gresik)

Sabtu, 20 September 2014
Persahabatan Ku
Waktu MTS aq punya sahabat yg bernama Nailul .Aq sangat dekat dan akrab sama Nailul
Namu sekarang sudah tidak bersama nya..karena sejak aq dan nailul lulus MTS,aq tidak berkomunikasi lagi dengan nya.
Aku sangat merindukan nya.karena aq dan nailul selama 3 tahun selalu bersama.namun sekarang sudah tidak satu sekolah.aq dan nailul sudah jalan masing-masaing.Walaupun sudah tidak bersama sahabat ku nailul,aku tetap selalu ingat kepada ny
Aku cuma bisa berharap,semoga saja dia tidak melupakan ku
dan semoga saja aku bisa bertemu dengan ny lagi.
Minggu, 07 September 2014
la tahzan
Sekali lagi air mata itu tumpah, bagai melegakan hati pemiliknya.
Wanita,
Kadangkala diuji dengan sehebat-hebat ujian.
Zahirnya lemah tapi batinnya gagah anugerah Tuhan.
La tahzan.
Optimislah dengan ujian. Itu hadiah Tuhan.
Bersyukurlah. Beruntunglah.
Dari jutaan, engkau pilihanNya.
Kita rasa kitalah yang besar ujiannya. Kita rasa kitalah paling berat bebanannya.
Come on. Ada orang lagi besar ujiannya. Lagi berat bebanannya.
Jangan merungut sayang. Jangan mengeluh walau sedetik.
Kita milik Dia. Dulu, Kini. Dan selamanya.
Maka Dia berhak menentukan yang sebaiknya buat kita.
Bukan hanya di dunia. Bahkan hingga ke daerah sana.
Jalan takdir Allah tak pernah salah.
Berbaik sangkalah dengan aturanNya.
Jika perlu untuk engkau menangis, maka menangislah.
Tapi sayang, jangan sedih lama-lama.
Nampak macam kita kurang redha dengan apa yang Allah aturkan.
Takdir Allah is something yang unexpected.
Miracle things may come soon. Soon.
Engkau harus percaya.
Ya, percaya.
La tahzan.
Syurga itu mahal sayang, bukan mudah kita nak dapat.
Even people always said, benda yang payah nak dapat itulah yang kita akan benar-benar hargai.
Dan kita pasti bahagia sangat bila dapat.
Itu pasti.
Senyum.
Tapi terkadang ada masa kita jatuh.
Tak mampu nak bangun.
Tapi, ingatlah. Walau apa pun, Allah akan tetap menemani.
Just beside you.
Selalu.
Allah akan ubat luka di hati kita.
Perlahan. Perlahan.
Inilah hadiah buat hambaNya yang bertabah!
Tears.
InsyaAllah, bila Allah redha, Allah akan mudahkan.
Tak mudah. Siapa kata mudah?
Tapi inilah kasih sayang Tuhan.
Berdamailah dengan takdirNya.
Dan sampai masa kita akan faham, ada perkara yang memang dah tertulis akan terjadi.
Dan tertulis di Luh Mahfuz.
Dan kita mesti berhenti daripada memaksa ia jadi macam yang kita nak.
Tetaplah sabar dan redha dengan aturanNya.
Bukalah surat cinta dariNya.
Pasti akan damai hatimu.
” Maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku)” [Yusuf: 18]
La tahzan. Kesatlah air matamu.
Allah ada.
Allah tahu.
“Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mengetahui segala isi hati.” [Al-Maidah:7]
Dan ingatlah,
“Kebahagiaan kita tidak terletak pada harta, tidak pada penampilan diri, tidak juga pada gemerlap perhiasan dan keindahan dunia. Ukuran kebahagiaan terkait erat pada hati dan ruh manusia yang mendamba redha Tuhannya.” -Hasan Al-Banna-
La tahzan,
Jadilah wanita yang paling bahagia! :)
Langganan:
Postingan (Atom)




























